Menu
Lainnya

Apakah akan ada 14 hingga 16 gempa berkekuatan magnitudo 7,0 ke atas di seluruh dunia sepanjang 2026?

Penyelesaian: Diperbarui:

Ringkasnya

Pasar memperlakukan pertanyaan ini mendekati posisi seimbang antara ya dan tidak. Alasan utamanya: rentang 14–16 kejadian adalah kisaran yang paling sering muncul secara historis dalam catatan USGS, tetapi jumlah gempa M7,0+ per tahun punya variasi alami yang besar sehingga sulit dipastikan jatuh tepat di tiga angka itu. Angka ini akan berubah begitu data resmi USGS untuk paruh pertama 2026 mulai terkumpul.

Ilustrasi editorial untuk peristiwa: Apakah akan ada 14 hingga 16 gempa berkekuatan magnitudo 7,0 ke atas di seluruh dunia sepanjang 2026?

Cara kerja kontrak

Kontrak pada pertanyaan ini akan bernilai penuh jika total gempa M7,0+ di seluruh dunia sepanjang 2026 jatuh tepat antara 14 hingga 16 kejadian, dan bernilai nol jika di luar rentang itu — baik kurang dari 14 maupun lebih dari 16. Harga kontrak yang diperdagangkan di pasar hanyalah cerminan dari seberapa yakin pembeli dan penjual bahwa hasil ini akan terjadi; sebagai gambaran, harga 0,30 berarti pasar memperkirakan kemungkinan sekitar tiga dari sepuluh, bukan harga pasar ini secara spesifik. Penyelesaian dijadwalkan menggunakan data USGS Earthquake Hazards Program hingga 31 Desember 2026 pukul 23:59 waktu New York (ET), dengan kemungkinan perpanjangan hingga 7 Januari 2027 jika ada gempa akhir tahun yang belum sempat dikatalogkan. Posisi pada kontrak ini umumnya bisa dijual kembali kapan saja sebelum tanggal penyelesaian, pada harga yang berlaku saat itu.
Bagaimana pasar menilai hasilnya
$100
Ya51%

Peristiwa terjadi

Harga sekarang
$0,51
Jika Anda menaruh $100
$196
Tidak49%

Peristiwa tidak terjadi

Harga sekarang
$0,49
Jika Anda menaruh $100
$204

Probabilitas

Riwayat mulai terkumpul sejak peristiwa dipantau

Bagaimana harga bergerak

Data yang tersedia hanya menunjukkan satu titik konsensus saat ini di angka 51%, tanpa riwayat pergerakan harian atau mingguan yang tercatat, dan seluruh volume $188.657 terkonsentrasi di satu platform saja. Tanpa data pergerakan historis, hal yang bisa dikatakan secara jujur adalah bahwa harga ini kemungkinan mencerminkan posisi dasar berdasarkan pola historis USGS sejak pasar ini dibuka, bukan hasil dari perubahan pandangan pedagang akibat peristiwa tertentu yang bisa dilacak publik.

Analisis

Konteks

Setiap tahun, United States Geological Survey (USGS) mencatat semua gempa bumi signifikan di dunia melalui basis data terbuka mereka. Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 ke atas dianggap 'besar' karena berpotensi merusak wilayah luas dan memicu tsunami, seperti yang pernah terjadi di Aceh pada 2004 dan Palu pada 2018. Pertanyaan ini bukan soal di mana gempa akan terjadi, melainkan murni soal jumlah total kejadian M7,0+ di seluruh planet sepanjang satu tahun kalender. Secara historis, jumlah gempa M7,0+ per tahun berfluktuasi cukup lebar — ada tahun-tahun yang relatif tenang dengan kurang dari 10 kejadian, dan ada tahun-tahun aktif dengan lebih dari 20 kejadian, terutama saat terjadi rangkaian gempa besar berurutan seperti pada 2010–2011. USGS sendiri sering mengutip kisaran belasan sebagai rata-rata jangka panjang, sehingga rentang 14–16 yang menjadi fokus pasar ini secara kasar berada di sekitar titik tengah historis tersebut, bukan di ujung ekstrem. Karena sifat gempa bumi yang tidak bisa diprediksi secara pasti kapan dan berapa banyak akan terjadi, pertanyaan semacam ini pada dasarnya adalah kontrak yang nilainya bergantung pada statistik jangka panjang planet, bukan pada kejadian geopolitik atau kebijakan yang bisa diprediksi manusia.
Konsensus lintas platform saat ini berada di angka 51%, dengan seluruh volume perdagangan sebesar $188.657 terkonsentrasi di satu platform, Polymarket. Karena hanya ada satu venue yang memperdagangkan pertanyaan ini, tidak ada selisih harga antar-platform yang bisa dibandingkan — angka 51% murni mencerminkan keseimbangan pandangan para pedagang di satu pasar itu saja, bukan konsensus gabungan dari banyak sumber independen. Angka mendekati 50% untuk satu rentang spesifik (14 hingga 16 kejadian) sebenarnya masuk akal secara statistik. Jika jumlah gempa M7,0+ per tahun mengikuti pola historis USGS yang berpusat di sekitar pertengahan belasan, maka rentang tiga angka ini adalah kandidat kuat sebagai hasil paling mungkin dibanding rentang-rentang lain seperti di bawah 14 atau di atas 16. Namun karena distribusi tahunan gempa besar cukup lebar — beberapa dekade mencatat tahun dengan enam kejadian dan tahun lain dengan lebih dari dua puluh — bahkan rentang yang paling mungkin sekalipun jarang mendekati kepastian penuh, sehingga wajar jika harganya bertengger di sekitar titik tengah alih-alih menjulang tinggi. Volume $188.657 tergolong kecil dibanding pasar-pasar bertema politik atau ekonomi makro, yang berarti pergerakan harga bisa dipengaruhi oleh sejumlah kecil peserta dengan posisi besar, bukan oleh arus informasi baru yang luas. Ini penting untuk dipahami: harga di pasar bervolume rendah mencerminkan opini segelintir pedagang, bukan konsensus ilmiah tentang seismologi. Faktor penentu sebenarnya baru akan mulai terlihat begitu USGS merilis data tahun berjalan. Setiap gempa M7,0+ yang tercatat sepanjang 2026 akan langsung menggeser probabilitas rentang 14–16 ke atas atau ke bawah, tergantung apakah laju kejadian mendekati, melampaui, atau tertinggal dari pola historis pada titik waktu yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Yang menggerakkan probabilitas

  1. Rata-rata historis USGS

    Data jangka panjang USGS menunjukkan jumlah gempa M7,0+ tahunan sering berkumpul di kisaran belasan, mendukung rentang 14–16 sebagai salah satu hasil paling plausibel dibanding rentang ekstrem. Ini adalah alasan utama harga berada dekat titik tengah, bukan di ujung rendah atau tinggi.

  2. Akumulasi data tahun berjalan

    Begitu USGS mulai mempublikasikan hitungan riil sepanjang 2026, setiap gempa baru akan langsung menggeser probabilitas rentang ini naik atau turun. Laju kejadian pada kuartal pertama akan menjadi sinyal awal yang signifikan bagi arah harga selanjutnya.

  3. Rangkaian gempa besar tak terduga

    Satu klaster gempa besar berurutan, seperti yang pernah terjadi di Samudra Hindia dan Pasifik pada 2010–2011, bisa mendorong total tahunan melampaui 16 kejadian dalam waktu singkat. Sebaliknya, tahun yang relatif tenang secara tektonik bisa membuat total berhenti di bawah 14.

  4. Volume perdagangan rendah

    Dengan total volume hanya $188.657 di satu platform, harga lebih rentan bergerak akibat sejumlah kecil transaksi besar dibanding pasar-pasar bervolume tinggi. Ini membuat harga saat ini mencerminkan opini segelintir peserta, bukan konsensus luas.

Argumen mendukung

  • Jumlah gempa M7,0+ global sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2026 harus tercatat USGS berada tepat antara 14 dan 16 kejadian, termasuk kedua batas tersebut.
  • Laju kejadian sepanjang tahun harus mengikuti pola mendekati rata-rata historis, tanpa lonjakan aktivitas tektonik besar seperti yang tercatat pada 2010–2011.
  • Tidak boleh ada periode tenang berkepanjangan yang menekan jumlah total gempa besar hingga di bawah 14, seperti pernah terjadi pada beberapa tahun dalam katalog USGS.
  • Data akhir tahun harus terkonfirmasi USGS sebelum atau selama masa perpanjangan hingga 7 Januari 2027 jika ada gempa akhir tahun yang belum dikatalogkan.

Argumen menentang

  • Jika terjadi rangkaian gempa besar berurutan di satu zona subduksi aktif, total tahunan bisa melampaui 16 kejadian dalam hitungan bulan saja.
  • Sebaliknya, tahun dengan aktivitas seismik global yang lebih rendah dari biasanya bisa membuat total berhenti di bawah 14 sebelum akhir tahun.
  • Rentang historis jumlah gempa M7,0+ tahunan sangat lebar, dari sekitar enam hingga lebih dari dua puluh kejadian pada dekade-dekade tertentu, sehingga tiga angka spesifik ini bukan jaminan hasil paling mungkin.
  • Volume perdagangan yang kecil berarti harga saat ini bisa mencerminkan pandangan segelintir pedagang, bukan proyeksi ilmiah yang matang tentang aktivitas tektonik 2026.

Yang perlu dipantau

Pembaruan data USGS sepanjang 2026 adalah pemicu utama pergerakan harga, terutama titik pemeriksaan pertengahan tahun pada akhir Juni 2026 saat pola paruh tahun mulai terlihat jelas. Setiap gempa M7,0+ tunggal yang tercatat, terutama rangkaian gempa berurutan di zona subduksi aktif seperti Cincin Api Pasifik, berpotensi menggeser probabilitas secara cepat. Tanggal penyelesaian utama adalah 31 Desember 2026 pukul 23:59 ET, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 7 Januari 2027 jika ada gempa akhir tahun yang belum masuk katalog resmi USGS.

Beli kontrak hasil ini

Platform (1)

Buka di PolymarketYa 0,51
  • gas ditanggung
  • tanpa biaya transaksi

Selengkapnya tentang peristiwa ini

Platform (1)

Probabilitas

  • Akankah terjadi antara 14 dan 16 gempa bumi dengan magnitudo 7,0 atau lebih tinggi di seluruh dunia pada 2026?51%
  • Akankah terjadi antara 17 dan 19 gempa bumi dengan magnitudo 7,0 atau lebih tinggi di seluruh dunia pada 2026?24%
  • Akankah terjadi antara 11 dan 13 gempa bumi dengan magnitudo 7,0 atau lebih tinggi di seluruh dunia pada 2026?15%
  • Akankah terjadi 20 atau lebih gempa bumi dengan magnitudo 7,0 atau lebih tinggi di seluruh dunia pada 2026?6%

Aturan penyelesaian

Sumber penentu
USGS Earthquake Hazards Program (earthquake.usgs.gov)
Tanggal penyelesaian

Penyelesaian mengacu pada daftar gempa signifikan USGS Earthquake Hazards Program di earthquake.usgs.gov. Hasil dihitung dari total kejadian gempa M7,0 ke atas secara global sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2026 pukul 23:59 waktu New York (ET). Jika ada gempa mendekati akhir tahun yang belum sempat dikatalogkan USGS, masa penyelesaian bisa diperpanjang hingga 7 Januari 2027, atau menggunakan sumber kredibel lain apabila data USGS tidak tersedia.

Metodologi perhitungan

Konteks lokal

Indonesia berada tepat di jalur Cincin Api Pasifik, kawasan dengan konsentrasi gempa besar tertinggi di dunia, dan pernah mengalami gempa magnitudo 9,1 di Aceh pada 2004 serta gempa dan tsunami di Palu pada 2018. Frekuensi gempa M7,0+ global yang dicatat USGS ini relevan secara langsung dengan kewaspadaan bencana di kawasan, karena sebagian besar kejadian tahunan tersebut secara historis terjadi di sepanjang jalur yang sama yang melintasi Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi dan Maluku. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia memantau aktivitas regional secara terpisah dari USGS, namun kedua data ini sering saling melengkapi dalam memahami tren seismik global maupun lokal.

Pertanyaan umum

Apa yang menentukan hasil pertanyaan ini dan kapan?
Hasilnya ditentukan oleh jumlah total gempa berkekuatan magnitudo 7,0 ke atas yang tercatat USGS Earthquake Hazards Program di seluruh dunia sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Penyelesaian resmi dijadwalkan pada 31 Desember 2026 pukul 23:59 waktu New York, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 7 Januari 2027 jika ada gempa akhir tahun yang belum dikatalogkan.
Apa arti harga yang tertera di halaman ini?
Harga mencerminkan estimasi kolektif pedagang di pasar tentang seberapa besar kemungkinan jumlah gempa M7,0+ tahun 2026 jatuh tepat antara 14 hingga 16 kejadian. Harga ini bergerak terus seiring data baru dan transaksi baru, sehingga bisa berbeda dari waktu ke waktu.
Bagaimana jika jumlah gempa persis di angka 14 atau 16?
Rentang ini bersifat inklusif, artinya jika total kejadian tepat 14 atau tepat 16, hasilnya tetap dihitung sebagai memenuhi syarat sesuai aturan penyelesaian.
Apa yang terjadi jika data USGS terlambat atau tidak lengkap di akhir tahun?
Aturan penyelesaian sudah mengantisipasi hal ini dengan memberi masa tenggang hingga 7 Januari 2027 agar USGS dapat mengonfirmasi gempa akhir tahun yang mungkin belum sempat dikatalogkan pada 31 Desember. Jika data USGS tidak tersedia sama sekali, sumber kredibel lain dapat digunakan sebagai pengganti.
Kenapa USGS memakai ambang magnitudo 7,0 untuk daftar gempa signifikan?
Magnitudo 7,0 umumnya dianggap ambang di mana gempa berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada wilayah luas dan berisiko memicu tsunami, sehingga menjadi standar umum dalam pemantauan seismik global. USGS mengelola katalog terbuka yang mencatat kejadian di atas ambang ini secara konsisten dari tahun ke tahun untuk memudahkan perbandingan historis.
Apakah posisi pada kontrak ini bisa dijual sebelum akhir tahun?
Bisa. Posisi pada kontrak semacam ini umumnya dapat dijual kapan saja sebelum tanggal penyelesaian, pada harga pasar yang berlaku saat transaksi dilakukan.
51%/ 49%
Ya / Tidak